12.12 Deals Coming

Mengenal Produk Utama, Produk Turunan, Produk Sampingan, dan Produk Ikutan

Pada bab 4 ini kita membahas materi tentang produk nonpangan dari hasil perkebunan. Membahas soal produk hasil perkebunan maka tidak akan lepas dari produk utama, produk turunan, produk sampingan dan produk ikutan. Lalu apa sebenernya produk-produk tersebut kenapa kok banyak istilah yang mirip-mirip tapi ternyata beda. 


Nah, dalam dunia bisnis dan produksi, kita sering mendengar istilah produk utama, produk turunan, produk sampingan, dan produk ikutan. Meskipun terdengar mirip, masing-masing memiliki peran dan nilai yang berbeda dalam proses produksi. Artikel ini akan mengajak kamu untuk mengenal lebih dalam tentang keempat jenis produk tersebut dengan gaya bahasa yang santai dan mudah dipahami, sehingga kamu bisa lebih memahami bagaimana setiap produk berkontribusi dalam industri dan ekonomi.

Photo by Veres Szilard on Unsplash

Produk Utama

Produk utama adalah produk yang menjadi fokus utama dari suatu proses produksi. Ini adalah produk yang dihasilkan dengan tujuan utama dan biasanya memiliki nilai jual yang paling tinggi. Misalnya, dalam industri otomotif, mobil adalah produk utama. Semua usaha dan sumber daya perusahaan diarahkan untuk menghasilkan mobil yang berkualitas tinggi. Produk utama ini adalah yang paling diandalkan untuk menghasilkan pendapatan utama bagi perusahaan.


Produk Turunan

Produk turunan adalah produk yang dihasilkan dari produk utama melalui proses tambahan atau modifikasi. Produk ini biasanya memiliki nilai jual yang cukup tinggi, tetapi tidak setinggi produk utama. Contohnya, dalam industri susu, produk utama adalah susu segar. Namun, dari susu segar ini bisa dihasilkan produk turunan seperti keju, yogurt, dan mentega. Produk turunan ini memanfaatkan bahan dasar yang sama dengan produk utama, tetapi melalui proses tambahan untuk menghasilkan produk baru yang memiliki nilai jual tersendiri 


Produk Sampingan

Produk sampingan adalah produk yang dihasilkan bersamaan dengan produk utama dalam suatu proses produksi, tetapi bukan fokus utama dari proses tersebut. Produk sampingan biasanya memiliki nilai jual yang lebih rendah atau bahkan tidak bernilai jual. Namun, produk sampingan ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lain, seperti sumber pendapatan tambahan atau pengurangan limbah. Contohnya, dalam industri pengolahan kayu, serbuk gergaji adalah produk sampingan yang dihasilkan saat kayu dipotong. Serbuk gergaji ini bisa digunakan sebagai bahan bakar atau bahan dasar untuk produk lain.


Produk Ikutan

Produk ikutan adalah produk yang dihasilkan sebagai hasil sampingan dari proses produksi utama, tetapi memiliki nilai jual yang lebih rendah dibandingkan produk utama. Produk ikutan sering kali dianggap sebagai sisa atau limbah dari proses produksi. Namun, dengan pengelolaan yang tepat, produk ikutan bisa diubah menjadi aset yang berharga. Misalnya, dalam industri pengolahan minyak, gas dan tar yang dihasilkan dari proses produksi arang adalah produk ikutan. Produk ikutan ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif atau bahan dasar untuk produk lain.


Contoh

Sebagai contoh saya berikan berbagai jenis produk yang dihasilkan dari kelapa sawit mulai dari produk utamanya hingga produk ikutannya di bawah ini. Kalian juga bisa mencari contoh lain berdasarkan tanaman hasil perkebunan yang kalian inginkan guna menambah pengetahuan kalian.


Produk Utama

  1. Minyak Sawit Mentah (Crude Palm Oil, CPO): Minyak yang dihasilkan dari daging buah kelapa sawit.
  2. Minyak Inti Sawit (Palm Kernel Oil, PKO): Minyak yang dihasilkan dari inti biji kelapa sawit.


Produk Turunan

  1. Minyak Goreng: Produk yang paling umum digunakan dalam memasak .
  2. Margarin dan Mentega: Digunakan sebagai pengganti mentega dalam pembuatan roti dan kue.
  3. Sabun dan Deterjen: Mengandung lemak dari kelapa sawit yang menghasilkan busa yang kaya.
  4. Kosmetik dan Skincare: Mengandung vitamin E yang baik untuk kulit.
  5. Biodiesel: Bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.


Produk Sampingan

  1. Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS): Sisa dari proses pemipilan buah kelapa sawit yang dapat digunakan sebagai bahan bakar biomassa atau pupuk organik.
  2. Cangkang Kelapa Sawit: Digunakan sebagai bahan bakar biomassa atau bahan bangunan.
  3. Serat Kelapa Sawit (Mesocarp Fiber): Digunakan sebagai bahan bakar biomassa atau bahan bangunan.


Produk Ikutan

  1. Gliserol (Gliserin): Dihasilkan dari proses esterifikasi minyak sawit dan digunakan dalam industri kosmetik dan farmasi .
  2. Asam Lemak: Digunakan dalam pembuatan sabun, semir sepatu, lilin, deterjen, dan tinta cetak.


Jenis Produk Penjelasan Singkat Contoh dari Kelapa Sawit
Produk Utama Produk utama yang emang jadi tujuan utama dari proses produksi. Minyak sawit mentah (CPO)
Produk Sampingan Produk tambahan yang muncul dari proses produksi, nilainya kecil. Cangkang sawit, tandan kosong (TKKS)
Produk Ikutan Produk lain yang muncul barengan dengan produk utama dan punya nilai jual juga. Palm kernel (inti sawit)
Produk Turunan Produk hasil olahan lanjutan dari produk utama. Margarin, sabun, kosmetik, biodiesel


Kesimpulan

Dalam dunia produksi, memahami perbedaan antara produk utama, produk turunan, produk sampingan, dan produk ikutan sangat penting. Produk utama adalah fokus utama dari produksi, produk turunan adalah hasil modifikasi dari produk utama, produk sampingan adalah hasil tambahan yang dihasilkan bersamaan dengan produk utama, dan produk ikutan adalah hasil sampingan yang memiliki nilai jual lebih rendah. Dengan pemahaman yang baik tentang masing-masing jenis produk ini, perusahaan bisa mengoptimalkan proses produksi dan memanfaatkan sumber daya dengan lebih efisien. Semoga artikel ini membantu kamu memahami konsep-konsep tersebut dengan lebih baik!


Sumber referensi

EdUS

Pecinta buku tapi gak suka membaca buku lebih suka beli buku dan dicoret-coret. Masih suka nulis karena menulis adalah pelampiasan biar mental tetap health.

Silahkan tuliskan komentar atau pertanyaan kalian

Lebih baru Lebih lama

Iklan

New year sale

Your Ads Here

نموذج الاتصال